Cegah Kecelakaan Kerja, Kontraktor Infrastruktur Harus Teliti dan Tak Tergesa-gesa
Kamis, 08 Feb 2018 11:23
JAKARTA – Pengamat tata kota Yayat Supriatna mengingatkan para kontraktor yang dipercaya membangun infrastruktur oleh pemerintah untuk memperhatikan ketelitian dan kecermatan saat bekerja. Ini penting dilakukan agar tak ada lagi kecelakaan kerja dalam pembangunan infrastruktur yang menyebabkan pekerjanya tewas.
Ia juga mengingatkan agar para kontraktor tidak terburu-buru dengan tenggat waktu yang ditargetkan pemerintah sehingga mengabaikan kecermatan serta ketelitian. "Harus ada ketelitian, dan kalau bisa jangan tergesa-gesa dengan menyampingkan aspek keselamatan dan keamanan," ujar Yayat saat dihubungi Okezone, Kamis (8/2/2018).
Dia melanjutkan, kontraktor utama yang ditunjuk pemerintah juga harus mengevaluasi setiap pekerjaan yang dilakukan subkontraktor di bawahnya. Hal ini penting sebagai salah satu pengawasan standar keselamatan dalam bekerja.
"Sistem pengawasan internal juga harus diperhatikan. Di bawah kontraktor biasanya pasti ada sub-subkontrakror. Nah, kontraktor utama ini harus menagwasinya," tuturnya.
Dirinya berharap para kontraktor memerhatikan kondisi fisik dan psikologis pekerjanya agar terhindar dari kecelakaan akibat bekerja demi mengejar target selesainya pembangunan.
"Ini perlu kita cermati kecepatan dan ketepatan oke, tapi kecermatan dan keselamatan itu nomor 1," tegasnya.
Sebagaimana diketahui tercatat, sepanjang 2017 terjadi sejumlah kecelakaan kerja berupa crane jatuh. Sebut saja jatuhnya crane rambu VMS di Kilometer 15 Jalan Tol Cikampek; crane proyek LRT Palembang yang menimpa dua rumah warga; kemudian crane proyek hotel di Solo, Jawa Tengah, yang juga timpa rumah warga; serta tiang crane yang menimpa rumah warga di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Teranyar, proyek jalur dwiganda (double-double track/DDT) Jatinegara dihebohkan insiden jatuhnya crane pengangkut material hingga menewaskan empat pekerja pada Minggu 4 Februari 2018 subuh.
Selang sehari, tepatnya pukul 17.45 WIB, underpass Jalan
Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ambruk
karena tak kuasa menahan longsoran yang menutupi hampir seluruh bagian
jalan. Akibat dari longsoran tersebut, sebuah mobil dengan nomor polisi A
1567 AS tertimpa reruntuhan longsor.
(okezone.com)
Prabowo Ungkap Biang Kerok Gaji Guru dan ASN Masih Kecil
Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menilai kecilnya gaji guru, aparat penegak hukum, hingga ASN salah satunya disebabkan oleh lemahnya kekuatan anggaran negara. Dia menyebut kondisi tersebut dipengaruh
Sosok Ibu di Rohul yang Aniaya Anaknya Hingga Meninggal di Mata Tetangga
Sang pelaku yakni Djasmina Raihan Elisa. Sedangkan putrinya yang menjadi korban yakni Amira Azzahra, 11 tahun. Pelaku sendiri dikenal dengan panggilan Ummi.Korban ditemukan meninggal dunia oleh para t
Tak Pulang 2 Pekan, Siswi di Kampar Ternyata Dilarikan Duda Anak Dua dari Sekolah ke Pekanbaru.
KAMPAR-Seorang siswi berusia 17 tahun berinisial R, warga Kecamatan Tapung, jadi korban pencabulan. R diketahui tidak pulang ke rumah selama beberapa hari setelah berangkat sekolah.Orangtua dan k
Terlibat Edar Perusak Saraf, Dua Oknum Polisi di Bengkalis Divonis 3,5 hingga 5 Tahun Penjara
BENGKALIS-Sidang pembacaan putusan perkara penyalahgunaan narkotika yang menyeret dua oknum anggota Polri di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (19/5/26) kemarin. Majelis Hakim menjatuhkan hukum
Pengedar Sabu di Kampung Besar Seberang Diciduk Satresnarkoba Polres Inhu, Sejumlah Barang Bukti Disita
INHU-Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Rengat kembali berhasil diungkap jajaran Satresnarkoba Polres Indragiri Hulu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu diamankan polisi s