Rabu, 20 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • HPN 2018, Jokowi Tunjuk Wartawan Sebagai Presiden

HPN 2018, Jokowi Tunjuk Wartawan Sebagai Presiden

Laporan : Afriyanto S
Sabtu, 10 Feb 2018 22:11
Afriyanto S
Yousri Nur Raja Agam (pakai baju batik) dan sepeda hadiah dari Presiden Jokowi poto bersama beberapa awak media usai acara HPN.
PADANG- Pada Puncak Hari Pers (HPN) Nasional yang diselenggarakan di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat Jumat 9/2, Presiden Jokowi menunjuk wartawan menggantikan dirinya sebagai Presiden. 

Alasan Jokowi menunjuk wartawan sebagai Presiden berdasarkan pengalaman beliau sering di buru wartawan hendak kemana beliau melaksanakan tugas.

"Saya sering dicegat oleh wartawan, ada sekitar 80 hingga 90 wartawan. Pertanyaannya juga tidak satu. Banyak sekali dan pertanyaannya sulit," kata Presiden Jokowi saat menghadiri HPN 2018.

Maka dari itu, beliau menunjuk salah seorang wartawan senior untuk menggantikan dirinya sebagai Presiden versi HPN.

Yousri Nur Raja Agam, yang ditunjuk Jokowi langsung maju ke depan tampak dengan raut wajah penuh semangat dan gembira.

"Bapak jadi Presiden, saya jadi wartawan. Menteri mana yang bapak anggap paling penting, "tanya Jokowi sebagai wartawan.

Dalam moment tanya jawab antara Presiden dan wartawan, ribuan yang menghadiri HPN tersebut. Sontak tertawa menyaksikan, mendengar sesi tanya jawab Jokowi dan Yousri.

Usai menjadi Presiden dadakan versi HPN, sebagai ucapan terimakasih dan cenderamata, Jokowi memberikan satu unit sepeda kepada Presiden Yousri.

Saat ditemui awak media usai puncak HPN, pria kelahiran bengkalis, 68 tahun silam itu mengungkapkan rasa tak menyangka ditunjuk Jokowi sebagai Presiden dalam HPN 2018.

"Tadi, kan banyak yang nunjuk tangan, tapi kok bisa ya,,, mata beliau mengarah ke saya. Kemudian, saya didaulat pula jadi Presiden dadakan, dan Pak Presiden juga siap jadi wartawan dadakan. Jadi kalau saya jadi Persiden, tentu saya siap menghadapi wartawan, "katanya sembari tersenyum gembira. 

Sebagai seorang wartawan senior, pria yang telah bergelut di dunia jurnalistik kurang lebih 40 tahun. Beliau menyikapi HPN 2018, dimana kebebasan pers saat ini sangat luar biasa.

"Siapa saja bisa jadi wartawan, dan bahkan banyak Pemimpin Redaksi dari pada wartawannya. Kebebasan ini tidak terkontrol, "ungkapnya.

Menurut pandangannya, hal tersebut dikarenakan tidak adanya perwakilan dewan pers dari setiap daerah untuk melayani insan pers. Jelas diketahui, Dewan Pers berada di Pusat Jakarta.

"Idealnya, harus ada kaki tangan atau perwakilan, memberikan kuasa di daerah atau kuasa ke organisasi Pers yang ada di daerah. Karena Dewan Pers kan perwakilan media massa. Minimal organisasi Pers di daerah bisa dijadikan kaki tangan Dewan Pers," bebernya.

Selama 40 tahun menjadi wartawan, dirinya menceritakan perbedaan antara wartawan dulu dengan wartawan sekarang. Di mana, wartawan dulu diberikan pendidikan pers sebelum menjadi wartawan.

"Dulu, jadi wartawan melamar. Melamar bukan karena pekerjaan tapi profesi. Kalau sekarang jadi wartawan itu pekerjaan. Bahkan wartawan sekarang, saya lihat dia itu mengetahui kegiatan jurnalistik dengan ortodidak melalui media-media, "ungkapnya.

Menurut Pimpinan Redaksi Ragamnewsdotcom ini, Wartawan sekarang merasa pintar, padahal pengetahuannya hanya sekedar. Dan itupun dari mbah google. "Sekarang itu jadi wartawan untuk dijadikan pekerjaan cari uang saja. Untuk profesinya sendiri bisa ada nilai tawarnya, "bebernya.

Dulu di tahun 70-n, lanjut Yousri  menceritakan, dirinya bergabung di organisasi jurnalistik saat masih menjadi mahasiswa di Akademi Tekstil Bandung.

"Setelah tamat kuliah, saya bekerja di perusahaan tekstil di Surabaya. Saat bekerja, saya mendirikan koran buruh di Surabaya, namanaya Berita Raya yang kantor pusatnya berada di Jakarta," kisahnya.

Koran Buruh Berita Raya ini terbit di Jakarta. " Saya perwakilan di Surabaya. Beberapa tahun kemudian, saya pun ditawarkan oleh media di Surabaya untuk jadi wartawannya, "pungkasnya. (aft)
nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 20 Mei 2026 11:50

    Prabowo Ungkap Biang Kerok Gaji Guru dan ASN Masih Kecil

    Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menilai kecilnya gaji guru, aparat penegak hukum, hingga ASN salah satunya disebabkan oleh lemahnya kekuatan anggaran negara. Dia menyebut kondisi tersebut dipengaruh

  • Rabu, 20 Mei 2026 11:26

    Sosok Ibu di Rohul yang Aniaya Anaknya Hingga Meninggal di Mata Tetangga

    Sang pelaku yakni Djasmina Raihan Elisa. Sedangkan putrinya yang menjadi korban yakni Amira Azzahra, 11 tahun. Pelaku sendiri dikenal dengan panggilan Ummi.Korban ditemukan meninggal dunia oleh para t

  • Rabu, 20 Mei 2026 11:21

    Tak Pulang 2 Pekan, Siswi di Kampar Ternyata Dilarikan Duda Anak Dua dari Sekolah ke Pekanbaru.

    KAMPAR-Seorang siswi berusia 17 tahun berinisial R, warga Kecamatan Tapung, jadi korban pencabulan. R diketahui tidak pulang ke rumah selama beberapa hari setelah berangkat sekolah.Orangtua dan k

  • Rabu, 20 Mei 2026 11:19

    Terlibat Edar Perusak Saraf, Dua Oknum Polisi di Bengkalis Divonis 3,5 hingga 5 Tahun Penjara

    BENGKALIS-Sidang pembacaan putusan perkara penyalahgunaan narkotika yang menyeret dua oknum anggota Polri di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (19/5/26) kemarin. Majelis Hakim menjatuhkan hukum

  • Rabu, 20 Mei 2026 11:01

    Pengedar Sabu di Kampung Besar Seberang Diciduk Satresnarkoba Polres Inhu, Sejumlah Barang Bukti Disita

    INHU-Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Rengat kembali berhasil diungkap jajaran Satresnarkoba Polres Indragiri Hulu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu diamankan polisi s

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.