Minggu, 10 Mei 2026

Pendidikan

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pendeteksi Merkuri

Kamis, 27 Okt 2016 11:37
Dok UGM

JAKARTA - Berawal dari keprihatinan terhadap maraknya penjualan berbagai produk makanan, obat, serta kosmetik bermerkuri yang membahayakan kesehatan, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan alat deteksi merkuri yang diberi nama Mercury Auto Detection System (MADS).

Kelima mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Teknik, yaitu Andy Aulia Prahardika, Al Birru Kausal, Luthfia Adila, I Made Wiryawan, dan Tirta Inovan.

"Sebenarnya sudah ada alat deteksi merkuri pada makanan maupun obat yakni Sepktrofotometer serapan atom (AAS), tetapi memiliki dimensi besar sehingga tidak bisa digunakan untuk pengujian di lapangan," kata Andy Aulia seperti disitat dari laman UGM, Kamis (27/10/2016).

Selain itu, alat tersebut harganya mahal sekira USD15.000 atau Rp200 juta. Melihat kondisi itu, Andy dan kawan-kawan mencoba mengembangkan alat deteksi merkuri yang bersifat portabel dengan dimensi yang lebih kecil dari alat yang sudah ada.

Dengan begitu, dapat digunakan dalam proses pengujian bahan makanan saat sidak dengan hasil yang bisa langsung diketahui saat itu juga. Tidak hanya itu, alat ini juga diproduksi dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan alat di pasaran yaitu berkisar Rp1 juta.

Prinsip kerja alat ini hampir sama dengan spektofotometer. Larutan yang dijadikan objek pengujian ditembakkan oleh sinar monokromatik yang akan diserap oleh detektor warna. Selanjutnya, warna yang diperoleh akan dideteksi dengan kriteria zat-zat yang ada.

"Nantinya MADS tidak hanya bisa mendeteksi merkuri, tetapi juga bisa mendeteksi zat lain," jelasnya.

MADS lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) 2015 dan mendapatkan dana hibah penelitian dari Dirjen Dikti pada tahun 2016. Hingga saat ini, MADS telah mengalami dua kali pengembangan dan kini tengah menjalani proses pengembangan ketiga.

Usaha Andy dan kawan-kawannya pun tak sia-sia. Karya mereka berhasil menang dalam International Invention Innovation Competition Canada (ICAN) 2016 yang berlangsung di Toronto, Kanada pada 27 Agustus 2016. Mereka berhasil mendapatkan medali emas usai menyisihkan lebih dari 150 tim lain dari 30 negara di dunia. (Okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.