Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Bank Syariah Dinilai Kehilangan Substansi, Rata-rata Lebih Mahal dari Konvensional

Berita

Bank Syariah Dinilai Kehilangan Substansi, Rata-rata Lebih Mahal dari Konvensional

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 18 Feb 2026 11:09
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan kritik tajam terhadap industri perbankan syariah di Indonesia yang dinilai terjebak dalam permainan istilah tanpa menyentuh substansi ekonomi Islam yang sesungguhnya. Purbaya menyoroti fenomena tingginya biaya layanan bank syariah yang justru membebani nasabah dibandingkan bank konvensional.

Dalam sebuah forum ekonomi syariah di Jakarta, Purbaya mengungkapkan keresahan para pelaku bisnis yang merasa sistem syariah saat ini belum kompetitif. Label syariah yang melekat dianggap belum memberikan keadilan dan efisiensi yang menjadi roh ekonomi Islam.

"Kalau saya tanya ke pelaku bisnis, lebih mahal atau lebih murah? Rata-rata lebih mahal. Bahkan lebih menyulitkan. Jadi bukan itu yang diinginkan dari ekonomi berbasis syariah," tegas Purbaya, Rabu (18/2/2026).

Purbaya menilai praktik yang terjadi saat ini seolah hanya mengganti terminologi bunga dengan istilah lain, namun secara esensi masih mengejar keuntungan maksimal layaknya kapitalisme murni. Ia membandingkan dengan sistem perbankan di Jerman yang justru lebih mendekati prinsip syariah karena menawarkan biaya pinjaman rendah dan berfokus pada keberlanjutan ekonomi.

Padahal, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya menjadi pemain utama global. Namun, kenyataannya bank syariah masih kesulitan menjadi arus utama dalam sistem keuangan nasional karena gagal memanfaatkan basis pasar domestik yang besar.

"Ekonomi syariah adalah bagian dari strategi besar pembangunan sejajar dengan ekonomi hijau dan ekonomi digital. Bukan simbol, bukan retorika," cetusnya.

Menanggapi sentilan keras tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, meminta pelaku industri menyikapinya dengan kepala dingin. Ia mengakui bahwa biaya dana atau cost of fund di bank syariah memang masih tinggi karena minimnya komposisi dana murah seperti giro, berbeda dengan bank konvensional yang kerap mendapat penempatan dana pemerintah.

"Kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap perbankan syariah perlu disikapi dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih agar kita tahu masalah dan bisa mencari solusi," ujar Anwar.

Anwar menyarankan pemerintah turut andil menekan biaya tinggi ini dengan menempatkan dana negara di bank syariah. Langkah ini diyakini akan menurunkan beban biaya dana sehingga pembiayaan syariah bisa lebih kompetitif dan tidak sekadar menjadi pelengkap dalam ekosistem keuangan nasional.
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.