Petugas BPJS Harus Beri Data Jelas Terkait Pembayaran
Laporan : Zulfahmi
Rabu, 28 Okt 2015 21:02
Pengalaman ini terjadi kepada salah seorang warga yang juga Pemilik Harian Gema Siak ( Biro Harian Vokal Siak) Zulfahmi S.Pd.I , menurut pada tanggal 30/9/2015 lalu dirinya mendaftar keluarganya menjadi peserta BPJS sebanyak empat orang melalui kantor BPJS siak , setelah segala persyaratan diterima dengan mengisi kelas yang diambil yakni BPJS Kelas II dengan pembayaran iuran perbulannya , setelah data diisi petugas waktu seorang ibuk - ibuk berperawakan agak gemuk mengatakan bahwa kartu peserta belum bisa dicetak dan harus membayar uang 3 bulan masing - masing peserta dan kalikan empat orang peserta dalam satu keluarga"setelah pembayaran iuran tiga bulan baru kami cetak kartu pesertanya" tuturnya waktu itu.
Ditambahkannya lagi rekening yang bapak pakai bank mana , dan saya mengatakan bank BRI " ujar zulfahmi, lalu petugas BPJS tersebut memberikan nomor rekening pembayaran bank BRI agar iuran disetor dan kalau lewat ATM jika tidak tau biar saya yang gesekkan ATM nya di sini " tawar petugas BPJS siak waktu itu.
Sementara itu yang anehnya tadi saya membayar iuran sebelum masa tempah yakni tgl 30/10 leqat ATM BRI setelah dilakukan pembayaran dan memasukkan angka masing - masing peserta didalam satu keluarga sesuai diperintahkan petugas BPJS Rp.127.500 , rekening peserta tertulis tagihan anda hanya satu bulan Rp.42,500 rupiah x 4 orang dalam satu keluarga .
Setelah dilakukan pembayaran melalui ATM BRI saya langsung ke kantor BPJS hari ini juga tgl 28/10 menyerahkan bukti pembayaran , namun petugas disaat mendaftar dulunya tidak berada ditemoat untuk dikonfirmasi dan yang ada teman sekantornya , setelah ditanya kemaren kenapa saya disuruh membayar 3 bulan setiap orangnya satu keluarga baru dicetak kartu peserta padahal tagihan saya tertera satu bulan dan tadi dibayar 3 bulan menolak rekening pembayaran tagihannya, namun staf atau petugas BPJS tersebut hanya terdiam dan langsung memprint kartu peserta dan hanya mengatakan bahwa kartu peserta ini sudah aktif dan bisa digunakan " tuturnya.
Sementara itu kepala BPJS siak belum berhasil dikonfirmasikan ada apa sebenarnya , apakah setiap orang juga demikian diperintahkan oleh stafnya , apalagi yang bersangkutan menawarkan jasa pembayaran atm jika tidak paham bisa dilakukan dikantornya dengan menggesek sendiri , disamping itu tagihan satu bulan pertama masuk peserta langsung diperintahkan membayar 3 bulan , maka dari itu ini jangan sampai terjadi pada orang lain (sal/ zul).
kesehatan
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal
Pemudik Diimbau Istirahat 30 Menit agar Tetap Fit Selama Perjalanan
JAKARTA - Para pemudik yang melintas di jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diimbau untuk mengatur waktu istirahat secara bijak agar kondisi tubuh tetap bugar selama perjalanan mudik Lebaran. Pengelol