Tepung Singkong Mampu Cegah Obesitas
Rabu, 09 Des 2015 08:51
KETERGANTUNGAN terhadap tepung terigu dalam setiap bahan baku pangan harus mulai dikurangi. Tepung terigu dapat diganti dengan tepung singkong tanpa mengurangi kualitas rasa.
"Pola makan selama ini terjadi perubahan di Indonesia sejak tahun 1970-an telah terjadi distorsi, perubahan selera. Harus lebih memperhatikan masalah kesehatan dalam mengonsumsi aneka pangan sehari-hari agar terhindar penyakit degeneratif," kata Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail saat meraih penghargaan Brownis Terpanjang dari MURI di Margo City, Kemarin.
Kasubdit Penganekaragaman Pangan Badan Ketahanan Nasional Tati Kartika mengatakan Indonesia mempunyai angka prevalensi obesitas dalam satu tahun terus meningkat 3 persen. Indonesia sempat berada di angka 11,7 persen masyarakat obesitas, kini menjadi 15,4 persen.
"Kalau tak disetop 10 tahun kedepan bisa jadi 25 persen. Itu penyakit. Ini akibat peningkatan asupan orang Indonesia terhadap beras dan tepung. Program "One Day No Rice" (ODNR) di Depok ini mendukung kita bahwa strategi karbohidrat tak hanya tepung terigu dan beras," kata Tati.
Apalagi, menurutnya masyarakat Indonesia dirancang dengan enzim pencerna gluten yang lebih rendah dibanding orang asing. Apalagi PH darah yang netral dapat menjadi asam jika mengonsumsi nasi terlampau banyak.
"Tepung terigu itu tidak baik untuk pencernaan, jika terlalu banyak bisa menyebabkan hiperaktif atau anak autis. Nasi PH=nya asam sedangkan PH darah netral 7,35. Kalau nasi berlebihan PH darah menjadi asam sehingga memicu yang lain," ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat lebih memilih jagung sebagai penggangti beras. "Jagung PHnya netral. Konsumsi jagung itu baik. Enggak ada bedanya nasi dengan jagung dalam hal kandungan gizi," tuturnya.
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal
Pemudik Diimbau Istirahat 30 Menit agar Tetap Fit Selama Perjalanan
JAKARTA - Para pemudik yang melintas di jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diimbau untuk mengatur waktu istirahat secara bijak agar kondisi tubuh tetap bugar selama perjalanan mudik Lebaran. Pengelol