Ekbis
Jaga Distribusi BBM dan LPG, 70 Kapal Pertamina Dipantau Real Time
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 17 Mar 2026 15:25
- JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga mengintegrasikan sistem monitoring armada kapal berbasis teknologi Smartship dalam pengelolaan distribusi energi. Hingga saat ini, sebanyak 70 kapal telah terhubung dalam sistem tersebut, sehingga memungkinkan pemantauan operasional kapal secara real-time dari pusat monitoring di darat.
- Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, mengatakan digitalisasi monitoring armada dilakukan untuk mendukung efisiensi operasional serta menjaga keandalan distribusi energi ke berbagai wilayah Indonesia.
- “Pemanfaatan sistem monitoring terintegrasi memungkinkan kami memantau pergerakan kapal, kondisi operasional, hingga faktor eksternal seperti cuaca secara real-time. Hal ini membantu memastikan armada dapat beroperasi lebih efisien sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi nasional,” ujar Arif, Selasa (17/3/2026).
- Sistem Smartship merupakan sensor berbasis Internet of Things (IoT) yang dipasang pada kapal untuk mengirimkan data operasional secara berkelanjutan ke pusat monitoring. Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat memantau berbagai parameter operasional kapal, mulai dari posisi dan rute pelayaran, kondisi cuaca, hingga indikator operasional seperti kecepatan rendah (slow speed) yang berpengaruh terhadap efisiensi pelayaran.
- Dari total 70 kapal yang telah terintegrasi, sebanyak 22 kapal di antaranya telah dilengkapi teknologi monitoring yang lebih canggih sehingga mampu memantau data operasional secara lebih komprehensif, mulai dari navigasi kapal, performa mesin, hingga aktivitas kargo dan bunker. Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus menambah jumlah kapal yang dilengkapi teknologi tersebut.
- Selain meningkatkan visibilitas operasional, data yang dihasilkan dari sistem monitoring juga dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan preventive maintenance, sehingga potensi gangguan operasional dapat diidentifikasi dan diantisipasi lebih dini.
- Di sisi lain, kapal-kapal yang terintegrasi juga memanfaatkan platform ShipManager dari DNV, salah satu classification society terkemuka di dunia. Platform ini mendukung pengelolaan operasional kapal melalui berbagai modul utama seperti Technical (Planned Maintenance System), HSSE, Procurement, dan Crewing.
- Integrasi teknologi digital, sensor kapal, konektivitas, serta pengolahan data berbasis cloud memungkinkan aktivitas operasional armada dipantau melalui dashboard operasional di darat secara lebih menyeluruh.
- Dalam mendukung kelancaran distribusi energi nasional, kapal-kapal tersebut juga menjadi bagian dari 345 kapal yang disiagakan Pertamina Patra Niaga dalam operasional Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 guna memastikan distribusi BBM dan LPG dapat terus berjalan aman, andal, dan tepat waktu di berbagai wilayah Indonesia.
Sumber: (Okezone.com)
Ekbis
IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini
Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela
Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau
PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada
PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional
Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po
Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya
RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20
Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS
JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u