Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Inhil Dengan Penderita Gizi Buruk Tertinggi di Riau

Kesehatan

Inhil Dengan Penderita Gizi Buruk Tertinggi di Riau

Laporan: Aditya Prahara
Rabu, 20 Apr 2016 11:06
Internet
Ilustrasi

TEMBILAHAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil telah mendata 21 anak gizi buruk dan kekurangan gizi. Fakta itu mengakibatkan Inhil menjadi kabupaten dengan kasus gizi buruk tertinggi di Provinsi Riau.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (19/4). Dikatakannya, berdasarkan instruksi Bupati HM Wardan, sejak awal tahun 2016 lalu, pihaknya telah melakukan sweeping untuk melakukan pendataan bagi anak yang menderita gizi buruk.

"Dan dari hasil sweeping tersebut, kami menemukan ada 21 kasus gizi buruk di Inhil," jelas Zainal.

Adapun faktor yang mendasar yang menyebabkan terjadinya anak yang kurang gizi dikarenakan faktor kemiskinan dan minimnya pengetahuan orang tua dalam memberikan asupan gizi terhadap anaknya.

"Selain itu, setelah pendataan yang kami lakukan, kami juga menemukan jika ada penyakit lain yang diderita anak sehingga tidak mau makan dan lain-lain. Ada juga yang sakit ibunya sehingga tidak bisa memberikan ASI kepada anaknya, hal itu juga menjadi penyebab anak menderita gizi buruk," tambahnya.

Untuk anak-anak yang menderita gizi buruk, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas di daerah memberikan makanan tambahan. "Kecuali untuk M Rafi di kecamatan Kateman. Kondisinya cukup parah sehingga kami bawa ke RSUD Puri Husada untuk penanganan yang lebih baik," katanya.

Itu dikatakannya merupakan instruksi langsung dari Bupati Wardan. "Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan, kami bawa ke RSUD Puri Husada dan biaya ditanggung oleh pak Bupati, " sebut Zainal.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat jika menemukan penderita gizi buruk untuk segera melaporkannya kepada pusat kesehatan setempat.

"Semakin banyak ditemukan penderita gizi buruk akan lebih baik, daripada ada penderita gizi buruk yang tidak terdata dan dibiarkan begitu saja lebih baik ditemukan hingga bisa ditangani dengan baik," imbuhnya.(dit)

kesehatan
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • Senin, 16 Mar 2026 14:53

    Pemudik Diimbau Istirahat 30 Menit agar Tetap Fit Selama Perjalanan

    JAKARTA - Para pemudik yang melintas di jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diimbau untuk mengatur waktu istirahat secara bijak agar kondisi tubuh tetap bugar selama perjalanan mudik Lebaran. Pengelol

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:23

    Apa Saja Dampak Makan Telur Setiap Hari Saat Sahur dan Buka Puasa?

    JAKARTA - Telur dikenal sebagai salah satu makanan yang kaya nutrisi dan menjadi sumber protein yang baik bagi tubuh. Bahan makanan ini juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan, seperti telur dadar

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:48

    3 Tips Redakan Nyeri atau Kram saat Menstruasi

    JAKARTA - Nyeri atau kram saat menstruasi terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan. Apalagi jika ditambah dengan sesuatu yang membuat mood menjadi kurang bagus atau membuat marah.Hal itu

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.