Sabtu, 27 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Inhil Dengan Penderita Gizi Buruk Tertinggi di Riau

Kesehatan

Inhil Dengan Penderita Gizi Buruk Tertinggi di Riau

Laporan: Aditya Prahara
Rabu, 20 Apr 2016 11:06
Internet
Ilustrasi

TEMBILAHAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil telah mendata 21 anak gizi buruk dan kekurangan gizi. Fakta itu mengakibatkan Inhil menjadi kabupaten dengan kasus gizi buruk tertinggi di Provinsi Riau.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (19/4). Dikatakannya, berdasarkan instruksi Bupati HM Wardan, sejak awal tahun 2016 lalu, pihaknya telah melakukan sweeping untuk melakukan pendataan bagi anak yang menderita gizi buruk.

"Dan dari hasil sweeping tersebut, kami menemukan ada 21 kasus gizi buruk di Inhil," jelas Zainal.

Adapun faktor yang mendasar yang menyebabkan terjadinya anak yang kurang gizi dikarenakan faktor kemiskinan dan minimnya pengetahuan orang tua dalam memberikan asupan gizi terhadap anaknya.

"Selain itu, setelah pendataan yang kami lakukan, kami juga menemukan jika ada penyakit lain yang diderita anak sehingga tidak mau makan dan lain-lain. Ada juga yang sakit ibunya sehingga tidak bisa memberikan ASI kepada anaknya, hal itu juga menjadi penyebab anak menderita gizi buruk," tambahnya.

Untuk anak-anak yang menderita gizi buruk, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas di daerah memberikan makanan tambahan. "Kecuali untuk M Rafi di kecamatan Kateman. Kondisinya cukup parah sehingga kami bawa ke RSUD Puri Husada untuk penanganan yang lebih baik," katanya.

Itu dikatakannya merupakan instruksi langsung dari Bupati Wardan. "Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan, kami bawa ke RSUD Puri Husada dan biaya ditanggung oleh pak Bupati, " sebut Zainal.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat jika menemukan penderita gizi buruk untuk segera melaporkannya kepada pusat kesehatan setempat.

"Semakin banyak ditemukan penderita gizi buruk akan lebih baik, daripada ada penderita gizi buruk yang tidak terdata dan dibiarkan begitu saja lebih baik ditemukan hingga bisa ditangani dengan baik," imbuhnya.(dit)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.